REMAJA SEHAT UNTUK ANEMIA "APA ITU ANEMIA"?
Maka dari itu, oksigen juga sulit untuk mencapai sel dan jaringan di dalam tubuh. Masalah kesehatan atau penyakit pada remaja termasuk anemia seringkali membuat orangtua khawatir. Apalagi, saat mengalami anemia, anak terlihat lebih mudah lelah dan lesu. Namun, dikutip dari Healthy Children, dikatakan bahwa pertumbuhan yang cepat merupakan penyebab utama anemia pada remaja. Ini merupakan usia dimana anak sangat rentan mengalami anemia.
Sebagian orang yang mengalami anemia tidak memperlihatkan gejala atau tanda apa pun. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan anak dapat mengalami gejala anemia seperti di bawah ini:
- Kulit yang terlihat pucat.
- Mengalami perubahan suasana hati.
- Terlihat sangat lelah.
- Kepala terasa sangat pusing.
- Detak jantung lebih cepat dari biasanya.
- Mengalami jaundice (kulit dan mata menjadi kuning).
Saat mengalami anemia berat, anak remaja juga bisa mengalami tanda dan gejala lainnya, seperti:
- Mengalami sesak napas.
- Tangan dan kaki bengkak.
- Pusing disertai sakit kepala.
- Mengalami sindrom kaki gelisah.
Berikut berbagai penyebab anemia yang paling sering dialami:
- Kurang asupan zat besi
Penyebab paling umum dari anemia adalah ketika anak kekurangan zat besi baik dari makanan atau asupan suplemen. Apalagi ketika anemia lebih banyak terjadi pada remaja putri karena di masa puber ia merasakan permulaan siklus menstruasi. Perlu diketahui bahwa kebutuhan zat besi di masa remaja adalah sekitar 8 mg hingga 15 mg setiap harinya. Oleh karena itu, Anda juga perlu memperhatikan ketika remaja mulai melakukan diet. Perhatikan asupan gizi serta nutrisinya dengan baik karena hal ini juga bisa memicu anemia.
- Anemia karena perdarahan
Hal ini bisa terjadi karena pendarahan yang diakibatkan oleh cedera, menstruasi yang cukup berat, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan lainnya. Maka dari itu, anemia pada remaja lebih sering dialami anak perempuan karena setiap bulannya ia mengalami menstruasi.
- Sel darah merah rusak
Ini merupakan kondisi yang juga bisa disebut sebagai anemia hemolitik. Kondisi ini termasuk saat sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel darah merah dengan sendirinya. Perlu diketahui bahwa ini juga merupakan jenis yang disebabkan adanya kelainan sel darah merah karena faktor keturunan. Sebagai contoh, anemia sel sabit juga thalasemia.
- Produksi sel darah merah terlalu lambat
Ada beberapa hal yang menjadi penyebab anemia pada remaja yang satu ini, seperti:
- Anemia aplastik, saat tubuh berhenti membuat sel darah merah karena infeksi atau penyakit.
- Kekurangan vitamin B12 dari makanan, suplemen, hingga tubuh yang tidak bisa menyerap vitamin ini.
Cara mengatasi anemia pada remaja :
Jika Anda khawatir dengan kondisi kesehatan anak, hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan berkonsultasi dengan dokter. Setelah mengevaluasi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sekaligus melakukan tes darah untuk melihat kadar hemoglobin. Perawatan serta cara mengatasi anemia yang bisa dilakukan tergantung dari penyebabnya. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan adalah:
- Obat atau suplemen zat besi yang sudah diresepkan dokter.
- Perubahan pola makan.
- Transfusi darah.
- Pengobatan penyakit lainnya yang menjadi penyebab anemia.